Pemain:
1.
Cecep à Ustadz
Jamaah oh jamaah
2.
Bengkring à Aburizal
Bengkring
3.
Lula à Dokter
Lula lalu
4.
Tarno à Pak
Tarno
5.
Bu guru
6.
Ibu
7.
Pasien
8.
Pemain figuran
9.
Narator
Drama
ini menceritakan mengenai perjuangan anak-anak bangsa meraih mimpi. Selalu ada
rintangan yang menghadang. Namun mereka tetap semangat berjuang. Semoga
menginspirasi para penonton. Selamat menyaksikanJ
Babak 1
Suatu
pagi yang cerah di hari senin. Lonceng tanda masuk berbunyi, semua murid masuk
ke kelas masing-masing. Kemudian tak berapa lama Bu Imah pun datang dan menyapa
murid-murid
Bu guru :”
Selamat pagi anak-anak”
Murid :”
selamat pagi bu guru”
Bu guru :
“ibu absen dulu ya, Bengkring, Lula, Tarno...
dst. Cecep?”
(masing-masing
anak yang dipanggil namanya mengatakan hadir)
Murid :
“Cecep bolos buu..”
Bu guru :
“ada yang tahu kenapa Cecep tidak masuk???”
Tarno :
“tadi saya lihat Dia main di dekat pasar, Bu.”
Bu guru : “Anak-anak tidak boleh meniru
sikap Cecep ya, Kalian tahu kan anak sekolah tidak boleh???”
Murid : “membolos bu guru ( secara
serentak)”
Bu guru :” Bagus. Masalah Cecep ibu
nanti tanya ke orangtuanya. Sekarang kita lanjutkan pelajaran kemarin mengenai
akhlaq di bab 7”
Babak 2
Sepulang
sekolah Bu guru mendatangi pergi ke rumah Cecep. Kebetulan Ibu Cecep sedang di
rumah. Kemudian Bu guru mengutarakan maksud kedatangannya.
Bu guru : “Mohon maaf sebelumnya Bu,
kalau saya mengganggu waktu istirahat ibu. Begini bu, saya menanyakan mengenai
Cecep. Kenapa akhir-akhir ini Dia sering tidak masuk sekolah. Apa Cecep
sakit???”
Ibu Cecep : “Apa iya Bu? Padahal tiap pagi
Cecep pamit ke sekolah lho Bu, Tapi saya juga merasa Kog akhir-akhir ini dia
agak beda, sering pulang telat. Katanya ada ekstrakurikuler rebana di sekolah.
Ya saya percaya saja.”
Bu guru : “Jadi begini Bu, tadi di
kelas, Tarno teman sekelas Cecep bilang kalau tadi pagi dia melihat Cecep main
di dekat pasar.”
Ibu Cecep : “Kalau memang begitu nanti akan
saya nasehati Cecep biar tidak membolos lagi. Dan mohon bantuan Bu guru
menasehatinya kalau di kelas.”
Bu guru :” Tentu bu, itu sudah menjadi
tugas saya. Kalau begitu saya permisi pamit ya Bu.”
Ibu Cecep : “iya bu”
Babak 3
Tiba-tiba
terdengar suara pintu terbuka. Segera Ibu menghampiri Cecep yang baru datang
dan duduk di ruang tamu
Ibu :
“Baru pulang Cep, ikut ekstrakurikuler lagi ya? “
Cecep :
“Iya Bu” ( jawabnya datar sambil melepas
sepatunya)
Ibu :” Tadi
Bu guru ke sini, katanya akhir-akhir ini kamu sering membolos. Apa betul Cep?”
Cecep :
“Eee...”( Cecep bingung mau bilang apa)
Ibu :
“Kenapa?”
Cecep : “Cecep malu
Bu sekolah di SD itu, Cecep ingin sekolah di SD tempat Anto sekolah, yang bagus
dan bisa belajar ini itu. Lagipula ibu tahu tahu betul kemampuan cecep kan?”
Ibu :” Sini
mendekatlah ke Ibu” ( kemudian Cecep duduk di samping Ibu)
“Ibu bukan tanpa
alasan menyekolahkan kamu di sekolahmu sekarang. Coba kamu bayangkan kalau
kelak semua orang pinter seperti pak presiden, pak dokter, dan bu guru tidak
ngerti agama. Bagaimana mereka bisa memimpin dan mengajar bangsa kita dengan
baik. kalau kamu sungguh-sungguh sekarang, Insyaallah kelak bisa memimpin
bangsa ini dengan baik paling tidak untuk diri sendiri dan anak-anakmu kelak. “
Cecep hanya tertunduk dan
merenungkan apa yang ibu katakan.
Babak 4
Setelah
semalaman Cecep merenungkan apa yang dikatakan ibunya. Pagi ini Cecep berangkat
ke sekolah dengan semangat. Ia berjanji akan belajar sungguh-sungguh dan kelak
ingin menjadi pemimpin yang baik.
Bu guru : “ selamat pagi anak-anak”
Murid : “ selamat pagi Bu guru”
Bu guru : “ Wah Cecep hari ini masuk lagi,
Ibu senang melihatnya.”
Tarno :
“ Kemana saja kamu, Cep? (semua murid menertawakan Cecep setelah mendengar
pertanyaan Tarno)
Cecep :
“ maafkan Cecep, Bu. Cecep janji tidak akan membolos lagi dan akan belajar
sungguh-sungguh. Cecep ingin meraih mimpi Cecep. Cecep kelak ingin menjadi
pemimpin yang baik.”
Bu guru : “
Subhanallah, mulia sekali harapanmu Cep. Anak-anak lihat Cecep dia sekarang
sudah insaf dan bersungguh-sungguh untuk meraih mimpinya. Kaliyan juga harus
semangat seperti Cecep untuk meraih mimpi kaliyan.”
Terlihat semua murid serius
mendengarkan perkataan Bu guru. Dan masing2 asyik memikirkan ingin menjadi apa
kelak. Ada yang ingin menjadi dokter, ada yang ingin jadi guru, dan masih banyak
lagi.
Babak 5
25 tahun kemudian...
Setelah
25 tahun tidak bertemu. Diadakanlah sebuah acara reuni. Ada yang telah menjadi
dokter, ada yang jadi pengusaha sukses, dan ada juga yang jadi ustadz terkenal
loh. Siapakah dia???
Mari kita saksikanJ
Yang pertama, dr Lula lalu (duduk
standby di panggung bersama seorang pasien)
dr Lula : “Sakit apa pak?”
Pasien : “Kanker Bu, sudah periksa kemana-mana tidak
sembuh-sembuh juga.”
dr Lula :” emang dokter sebelumnya mendiagnosis sudah
stadium berapa?”
Pasien ;” Duaaaaaaaaaaa” (gaya ayu tingting sarimi
double)
dr Lula :” Klo begitu perlu segera dilakukan operasi
sebelum menjadi tiiiigaaaa...
Pasien : “ tidak perlu bu, cukup ibu beri saya sedekah
seiklasnya saja.
Uang receh alhamdulillah, yang
warna biru double alhamdulillah, kalau yang merah gratis senyum plus sebuah
lagu dari sayaJ à aku tak mau kalo aku
dimadu...( ala bencong)
dr Lula : “ Sekilas info, pemirsa diberitakan bahwa di
tanggal tua banyak menyebar penyakit KANTONG KERING, waspadalah..waspadalah ( ala
bang NAPI).
Yang kedua, Aburizal Bengkring versus
Pak Tarno...( si Bengkring berjalan dengan gaya sombong, Tiba-tiba hpnya
berbunyi dan segera dia mengangkatnya)
Aburizal Bengkring: “Halooh..hmm,,masalah lumpur lapindo??? Tidak usah
kawatir nanti saya minta master Tarno menyelesaikan semuanya. Hari giini masih
mikirin lapindo, apa kata dunia???”
Pak Tarno : “
Sepertinya ada yang memanggil Master Tarno, datang tak dijemput pulang tak
diantar..upss emang jelangkung” ( Master Tarno muncul tiba-tiba)
Aburizal Bengkring: “ Benar sekali Master Tarno. Masak klien saya masih
mempermasalahkan lumpur lapindo yang
nggak..nggak..nggak level itu (ala seven icon).”
Pak Tarno : “
Rebes Pak Bengkring. Penonton dibantu ya,,,bim salabim jadi apa???”...
prok-prok-prok (serentak antara pak tarno dan penonton)
At last alias yang terakhir adalah
Ustadz Cecep
Ustadz Cecep : Assalaamualaikum...
Jamaah...oooh ...Jamaah..alhamdulilllah
Ilmu ...
merupakan
sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia
membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin
Hambal “Manusia
sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman,
karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali
akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”.
Keutamaan ilmu sangatlah banyak, yaitu :
1.
Setiap Muslim Wajib Menuntut Ilmu
Telah bersabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu
Majah, Baihaqi, dll)
2.
Ilmu akan mengangkat derajat manusia
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Allah mengangkat (derajat)
orang-orang yang beriman di antara kamu, sedangkan orang-orang yang diberi ilmu
(Allah angkat) beberepa derajat ”(Al Mujaadilah 11)
Penonton : uStadz saya mau bertanya?
Ustadz Cecep :
iya.,,saya mau menjawab.
Penonton : belum ustadz,,,.
Begini ustadz,
kiat-kiat apa yang harus dilakukan seorang pelajar agar dia bisa banyak ilmu
atau pintar ustadz???
Ustadz Cecep :
kiat-kiat menjadi pelajar pintar..ada yang tau??? Ada yang tau???
Pengen
pinter, makanya belajar....(ala iklan cerebrovit)
Jamaah...oooh...jamaah...alhamdulillah
***Penutup***
Demikian
drama” Meraih Mimpi” dari siswa siswi kelas 6 MIM Banaran. Ada kurang lebihnya
kami minta maaf. Tak lupa dan tak bosan-bosannya kami ucapkan puji syukur
kepada ALLAh SWT dan rasa terima kasih kepada Ibu, Bapak, semua guru serta
semua pihak yang senantiasa memberi semangat dan membimbing kami.
*semua
pemain serentak memberi hormat kepada penonton*
bagus
BalasHapus