HALUAN RAKYAT, (Soreang)
- Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang sudah disamakan dengan
Sekolah Dasar (SD) menuntut adanya peningkatan kualitasnya. "Jangan
sampai ada anggapan MI itu sekolah atau bukan? Padahal dibandingkan
dengan SD, MI memiliki banyak kelebihan kurikulumnya," kata Ketua
Musyawarah Kerja Kepala (MK2) MI Kab.Bandung, H. Seproni Hdayat, dalam
pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di MI Persis 23
Cireungit, Cangkuang, Rabu pekan kemarin.
Lebih jauh Seproni mengatakan, kurikulum MI memiliki kelebihan dalam pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai agama. "Bahkan namanya SD Islam Terpadu sebagian besar mencantumkan kurikulum MI seperti fikih, Alquran dan hadis, atau Bahasa Arab," katanya. Pelatihan KTSP diikuti 18 MI yang berada di Korwil MI Cangkuang dan Bojongsoang. Pelatihan berlangsung sehari dengan setiap MI mengirimkan dua wakilnya. Diharapkan melalui acara yang digelar minat terhadap pendidikan melaluyi madrasah-madrasah yang betebaran di masyarakat akan semakin diminati.
Dengan kurikulum lebih yang diterapkan siswa madrasah bukan hanya dididik pada kurikulum formal namun melalui kurikulum agama sebagaimana yang dipelajari akan memupuk anak didik atau siswa menjadi manusia yang cerdas dan bertaqwa, karena pelajaran tersebut adirasa amat kurang bila di jenjang SD atau pendidikan formal lainnya. "Para orang tua seharusnya jangan gengsi atau minder menyekolahakan anaknya di madrasah, karena dimadrasah mereka akan mendapatkan pel;ajaran agama secara mendalam, hal ini beda bila dibanding dengan kurikulum pendidikan formal", tandasnya. *HR 003
Lebih jauh Seproni mengatakan, kurikulum MI memiliki kelebihan dalam pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai agama. "Bahkan namanya SD Islam Terpadu sebagian besar mencantumkan kurikulum MI seperti fikih, Alquran dan hadis, atau Bahasa Arab," katanya. Pelatihan KTSP diikuti 18 MI yang berada di Korwil MI Cangkuang dan Bojongsoang. Pelatihan berlangsung sehari dengan setiap MI mengirimkan dua wakilnya. Diharapkan melalui acara yang digelar minat terhadap pendidikan melaluyi madrasah-madrasah yang betebaran di masyarakat akan semakin diminati.
Dengan kurikulum lebih yang diterapkan siswa madrasah bukan hanya dididik pada kurikulum formal namun melalui kurikulum agama sebagaimana yang dipelajari akan memupuk anak didik atau siswa menjadi manusia yang cerdas dan bertaqwa, karena pelajaran tersebut adirasa amat kurang bila di jenjang SD atau pendidikan formal lainnya. "Para orang tua seharusnya jangan gengsi atau minder menyekolahakan anaknya di madrasah, karena dimadrasah mereka akan mendapatkan pel;ajaran agama secara mendalam, hal ini beda bila dibanding dengan kurikulum pendidikan formal", tandasnya. *HR 003
Copas dari : http://haluanrakyat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2277:kurikulum-mi-punya-kelebihan-dibandingkan-sd&catid=87:pend-formal-non-formal&Itemid=445
Tidak ada komentar:
Posting Komentar